Friday, August 26, 2011

Poligami di RRBF

Repost from Penangkaran Murai Batu RRBF

Diawal telah saya singgung bahwa tujuan poligami di RRBF adalah untuk menghasilkan keturunan qualitas terbaik dengan pejantan yang sama. Atau dengan kata sederhananya menyeleksi betina-betina yang dapat menghasilkan anakan yang bagus dan berqualitas. Pada awalnya memang sudah dilakukan seleksi secara visual akan tetapi kenyataan yang diharapkan belun tentu sesuai deangan apa yang kita bayangkan dan rencanakan.

Dan dengan cara poligami inilah betina-betina yang sudah masuk nominasi bisa dilakukan penyeleksian lebih lanjut berdasarkan qualitas anakan yang dihasilkan dengan cara trial and error. Untuk melakukan hal ini memang membutuhkan usaha yang serius dan tidak kenal dengan kata menyerah. Saya yakin hal ini akan menghasilkan sesuatu yang maximal jika kita mempunya seekor MB Pejantan tangguh yang handal dan sesuai impian dan memenuhi semua unsur kriteria pemilihan Mb Bagus. Memang sulit dan bahkan tidak mungkin bisa menghasilkan sesuatu yang sempurna, akan tetapi kita kan boleh berusaha untuk mencari hasil terbaik.

Persiapan yang diperlukan sebelum melakukan Poligami antara lain :

1. Pejantan yg kita anggap the best lah dipenangkaran kita.
2. Beberapa Betina pilihan yg menurut kita bagus.
3. Kandang baterai/berurutan, dimana sekat antara kandang diberi sebuah jendela kecil ukuran 30x30 <kira-kira saja, pokoknya burung bisa lewat>
4. Rencana/model poligami yang mau dilakukan.

Satu persatu mencoba kita bahas persiapan yang dibutuhkan ;

1. Pejantan Yang Bagus.

Untuk masalah pemilihan Pejantan yang bagus ini sangat relatif tentunya, intinya disesuaikan dengan tujuan dan maksud dari Poligami itu sendiri dan tergantung selera. Akan tetapi satu kunci pokok yang harus di miliki oleh pejantan itu adalah Sifat "Tidak Galak". Salah satu kunci untuk mendeteksi bahwa Pejantan bisa dipakai poligami adalah...Pejantan type perayu dan sangat hiperactif ketika diketemukan dengan seekor betina.


2. Betina betina pilihan.

Betina betina ini tentu saja adalah betina-betina yang sudah kita seleksi dan sudah cukup umur(birahi), ditandai dengan jika diketemukan dengan jantan betina ini sudah bereaksi dan berani mengeluarkan suara serta berani menghadap ke Pejantan. Lebih aman lagi jika yang kita pakai adalah betina-betina yang sudah pernah berproduksi. Kalo di RRBF biasanya agar lebih aman ada yang namanya Pejantan Pelatih. Pejantan pelatih ini tugasnya adalah mengajari betina-betina muda untuk berproduksi, setelah produksi baru kira masukan kekandang Poligami yang mau kita sediakan. Pejantan Pelatih tentunya adalah pejantan yang sabar, perayu dah lemah lembut.

3. Kandang Poligami

Kandang Poligami cukup dengan kandang baterai yang berurutan dimana sekatnya diberi jendela sebesar 30x30cm sebagai jalan untuk memindah si Pejantan ke Kamar betina berikutnya. Banyaknya kamar tergantung model poligami yang mau dilakukan bisa 3,4,5,6,7 ato 8 kamar.

4. Model Poligami.

Untuk model poligami ini bisa disesuaikan dengan jumlah tersedianya betina, banyaknya kamar dan juga massa birahi betinanya. ada beberapa model yang bisa dilakukan, ini hanya beberapa contoh saja, lainnya bisa dikembangkan sendiri (semuanya dengan tujuan produktifitas diusahakan tetap 1 bulan sekali :

a. Model 1-3
b. Model 1-4
c. Model 1-6
d. Model 1-8

Model Poligami dan Tekniknya menurut RRBF :
Model 1-3
Gambar diatas adalah ilustrasi urutan kamar yang kita pakai untuk melakukan poligami, menggunakan 1 pejantan dengan 3 betina. Pada awalnya tentu saja betina yang paling birahi kita tempatkan dikandang 1 dan kemudian urutan ke 2 dan 3 ditempati betina lain sesuai dengan tingkat birahinya.

Langkah selanjutnya adalah Memasukan pejantan kekandang 1, jika kondisi betina ini benar benar sudah birahi maka tidak lama kurang lebih seminggu betina 1 akan bertelur, begitu telur sudah 2 or 3 maka betina dikandang 2 kondisinya harus sudah siap juga dan jika memang sudah siap maka pindahkan lah si Jantan kekandang 2. Dikandang dua jika sesuai perhitungan kita juga gak butuh waktu lama sekitar 1-10 hari si betina juga sudah mulai bertelur. Sementara harus diingat kondisi kandang 1 tentunya sudah mengeram 1 mingguan.. asyiikkk bukan...he..he..he. Kita lanjutkan kekamar 3 jika betina kandang 2 sudah bertelur 2-3, Kita ingat kandang satu mungkin sudah netas saat sijantan ada dikandang 3 sementara kandang 2 sudah mulai ngeram. Dikandang 3 si pejantan bisa bersantai mengawini betina di kandang 3 sambil menunggu anakan kandang 1 di ambil. Anggaplah kita ambil di umur 8 hari, Sementara dikandang 3 sudah terjadi perkawinan., maka sambil menunggu betina nelur, siapklan si pejantan untuk pindah ke kandang 1 kembali.

Nah untuk pindah ke kandang 1 tetap aja anda lewatkan kandang 2, tapi mesti hati hati, karena kandang 2 mungkin saat itu lagi ngeram di hari2 akhir, biar si pejantan gak lama lama dikandang 2 usahan mindahnya disaat betina sedang ngeram(jangan saat turun), pancinglah si pejantan dengan makanan kesukaannya taruh dipinggir jendela pasti sipejantan akan gampang pindahnya dan awas betina dikandang 1 jangan sampai malah nyelonong kekandang 2 bisa berabe jadinya. Nah selesai dan mudah bukan?

Dari keseluruhan proses diatas mungkin pada awalnya agak lambat dan butuh waktu lebih dari satu bulan akan tetapi jika betina betina ini sudah terbentuk waktu biologisnya dan sudah saling memahami pasangan maka akan semakin cepat. Bahkan saat betina nelur 1 butir , si pejantan sudah bisa dipindah karena didalam perut si betina bakal telur sudah terbentuk dan tidak perlu kawin lagi. 

Model 1-6 
Gambar diatas adalah ilustrasi urutan kamar yang kita pakai untuk melakukan poligami, menggunakan 1 pejantan dengan 6 betina. Prinsipnya model ini sama dengan model 1-3 hanya dikembangkan sedikit.

Disini kandang 1-2 diisi betina yang masa birahinya sama, demikian juga kandang 3-4 diisi dengan betina yang mempunya masa birahi sama, demikian juga kandang 5-6. Teknik pemindahan sama seperti di model 1-3, Disini kandang 1-2 di kawinin sipejantan secara bersamaan, teknik pemindahannya si pejantan dari kandang 1 kekandang 2 dilakukan setiap 4 jam (setengah hari). Selama 1-10 hari kedua betina ini akan bertelur bersamaan. setelah bertelur 1-2 butir maka pejantan bisa dipindah ke kandang 3-4, demikian seterusnya sama dengan teknik model 1-3.

Model 1-4
Model 1-4, pada prinsipnya juga sama hanya mungkin membutuhkan waktu lebih lama sedikit. dan model ini bisa dikembangkan menjadi model 1-3, dgn cara kandang 1-2 diisi dgn betina yg masa birahinya sama. Tekniknya sama dengan diatas.

Model 1-8 
Model 1-8 ini adalah pengembangan dari model 1-4.
Teknik nya sama persis.

Dari model model ilustrasi diatas, si penangkar bisa melakukan pengembangan sendiri dengan model yang akan diterapkan sesuai dengan stok betina yang ada dan waktu birahinya.

Dari penjelasan diatas produktivitas kandang tidak akan terganggu sama sekali, kecuali jika ditengah perjalanan ada salah satu betina yang berolah, misal buang telur, gak mau ngeram dll.

Dengan teknik poligami selain bisa menyeleksi anakan dan betina juga bisa kita meraba-raba .. maping dominasi genetik dari si pejantan dan betina dan setelah dianalisa mungkin bisa disimpulkan.

Akhirnya monggo kalau mau di coba, sillahkan.
Semoga sukses. 

No comments:

Post a Comment

Post a Comment